Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Pasaman Barat

Bocah 3,5 Tahun Diduga Hanyut di Pasaman Belum Ditemukan, Pencarian Hari Keempat Masih Nihil

TVRI Sumatera BaratSeputar Sumbar 08 Juli 2026 JAM 22:20:21 WIB

PASAMAN BARAT – Proses pencarian terhadap seorang bocah laki-laki berusia 3,5 tahun bernama Haikal yang diduga hanyut di sungai dekat area persawahan Jorong 7 Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, masih belum membuahkan hasil hingga hari keempat (H4), Rabu (8/7/2026).

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa Tim SAR gabungan telah berupaya maksimal memperluas area penyisiran, namun keberadaan korban masih belum ditemukan hingga operasi dihentikan sementara pada petang hari.

"Tim rescue di lapangan telah melanjutkan pencarian sejak pukul 07.30 WIB dengan membagi tim menjadi dua SRU (SAR Rescue Unit). Area pencarian hari ini diperluas hingga radius 3 kilometer dari lokasi diduga jatuhnya korban," ujar Abdul Malik, Rabu (8/7/2026) malam.

Menurut Abdul Malik, peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban tengah bermain sendirian di luar rumah atau di sekitar area persawahan, sementara orang tuanya sedang memasak dan mencuci piring di dalam rumah. Setelah selesai beraktivitas, orang tua korban terkejut karena Haikal sudah tidak terlihat.

"Mengingat di dekat lokasi tempat korban bermain terdapat aliran sungai, ada dugaan kuat korban terpeleset dan hanyut terbawa arus. Pihak nagari dan warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kami melalui Kalaksa BPBD Pasaman pada Minggu (5/7) siang," jelasnya.

Dalam operasi SAR hari keempat ini, sebanyak 57 personel gabungan dikerahkan. Unsur yang terlibat terdiri dari 9 personel Pos SAR Pasaman, 6 personel BPBD Pasaman, 1 personel Bhabinkamtibmas Koto Nopan, 1 personel Babinsa Rao, serta dibantu oleh 40 orang dari pihak nagari dan masyarakat setempat.

Selain menerjunkan perahu karet (Rubber Boat/LCR) dan peralatan SAR air, tim gabungan juga memanfaatkan teknologi canggih berupa drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh objek dari udara, didukung oleh peralatan medis, komunikasi, dan evakuasi lainnya.

Abdul Malik mengungkapkan ada kendala teknis yang dihadapi tim di lapangan, yakni minimnya akses komunikasi.

“Kendala utama yang dihadapi tim gabungan di lapangan adalah tidak adanya sinyal seluler di lokasi kejadian, sehingga koordinasi sedikit terhambat," tambahnya.

Karena kondisi sudah gelap dan tidak efektif untuk penyisiran, operasi SAR untuk hari keempat resmi dihentikan pada pukul 18.00 WIB dengan hasil nihil.

"Operasi SAR kami hentikan sementara malam ini dan akan dilanjutkan kembali esok hari, Kamis, 9 Juli 2026, mulai pukul 07.30 WIB. Kami berharap ada titik terang pada pencarian besok," ujar Abdul Malik.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat