Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKota Padang

Atasi Krisis Air di Padang, Gubernur Mahyeldi Targetkan Penanganan Tuntas Sebelum Ramadan

TVRI Sumatera BaratPemerintahan 23 Januari 2026 JAM 10:32:57 WIB

PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bergerak cepat menangani krisis air bersih yang melanda empat kecamatan di Kota Padang.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menargetkan pemulihan akses air bagi warga terdampak harus rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadan 1447 H.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur dalam rapat koordinasi lintas instansi di Istana Gubernuran, Kamis, 22 Januari 2026, malam.

Langkah ini merupakan respons darurat atas kekeringan yang dipicu oleh kerusakan ekosistem hulu sungai pascabanjir bandang akhir November 2025 lalu.

Berdasarkan laporan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, krisis air kini mengancam ribuan warga di empat wilayah utama yakni Kecamatan Kuranji, Kecamatan Pauh, Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Koto Tangah.

Raju menjelaskan bahwa banjir bandang tahun lalu menyebabkan pergeseran aliran sungai yang memutus jaringan irigasi.

"Dampaknya tidak hanya menghantam sektor pertanian, tetapi juga menyebabkan sumur-sumur warga mengering," ucap Raju dalam rapat tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Mahyeldi menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemetaan detail guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Ia menekankan bahwa Pemprov Sumbar akan melakukan backup penuh terhadap upaya yang sedang berjalan.

"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. BMKG memprediksi cuaca panas bertahan hingga awal Februari. Kita harus pastikan di mana titik masalahnya agar intervensi kita tepat sasaran," tegas Mahyeldi.

Saat ini, Pemerintah Kota Padang telah menjalankan beberapa langkah taktis, di antaranya penyaluran rutin menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak, percepatan pembangunan sumur bor dangkal dan pembangunan hidran umum yang terintegrasi dengan jaringan pipa PDAM.

Selain aspek teknis, Mahyeldi juga menyoroti potensi kerawanan sosial yang bisa timbul jika krisis ini berkepanjangan. Ia berharap sinergi lintas instansi dapat mencegah warga berebut sumber daya air.

"Jangan sampai ada warga yang berebut air bersih karena itu bisa memicu masalah baru. Target kita, sebelum Ramadan warga sudah bisa beribadah dengan nyaman tanpa terkendala air bersih," tutupnya.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat