Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Solok

Pemkab Solok Matangkan Persiapan Rehabilitasi Sawah Pascabencana Senilai Rp90 Miliar

TVRI Sumatera BaratPemerintahan 13 Januari 2026 JAM 22:03:43 WIB

KABUPATEN SOLOK - Pemerintah Kabupaten Solok terus mematangkan persiapan program rehabilitasi lahan sawah rusak pascabencana yang sesuai arahan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Program strategis ini dijadwalkan akan diluncurkan pada Kamis, 15 Januari 2026 di Munggu Tanah, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung.

Peluncuran program tersebut rencananya akan dihadiri secara daring oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, serta dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok, Wakil Bupati Solok, Candra, menekankan pentingnya validitas data penerima bantuan agar penyaluran tepat sasaran.

“Karena bantuan ini akan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur kepada seluruh daerah terdampak, saya ingin memastikan seluruh data kerusakan benar-benar valid dan sudah diverifikasi di lapangan,” tegas Wabup Candra.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, memastikan bahwa proses verifikasi data telah tuntas.

Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi akan dibagi menjadi beberapa kategori kerusakan, yakni, kerusakan ringan dan sedang, penanganan dilakukan melalui pembersihan sedimen dan penaburan benih (optimalisasi lahan).

Petani akan menerima bantuan stimulan sebesar Rp4,6 juta yang ditransfer langsung ke rekening kelompok tani. Jika ditambah bantuan irigasi dan pupuk, total bantuan mencapai Rp15 juta per hektare.

Untuk kerusakan berat, mencakup luasan 892 hektare. Penanganan kategori ini akan melibatkan alat berat dan dikerjakan oleh pihak ketiga.

Berdasarkan data Sakato Plan Provinsi Sumatera Barat, total luas lahan sawah yang terdampak bencana mencapai 1.072 hektare. Selain sawah, kerusakan juga mencakup irigasi (8 titik sepanjang 1.364 meter), hortikultura dan perkebunan (luas total sekitar 101,2 hektare) dan peternakan (110 ekor ternak terdampak).

Total anggaran penanganan yang dialokasikan melalui Sakato Plan tersebut mencapai lebih dari Rp90 miliar.

Deslirizaldi menambahkan, pada seremoni Kamis mendatang, petugas dan petani akan melakukan simulasi penanganan untuk kerusakan ringan dan sedang sebagai percontohan bagi daerah lain.

“Kegiatan ini akan melibatkan berbagai kabupaten/kota terdampak di Sumatera Barat yang diakomodir oleh Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP),” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap melalui program ini, lahan pertanian masyarakat dapat segera pulih sehingga ketahanan pangan daerah kembali stabil pascabencana.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat