Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Solok selatan

HASIL PERTANIAN MENURUN

TVRI Sumatera BaratPertanian 07 Juli 2023 JAM 06:00:00 WIB

Hasil panen hampir di semua komoditi pertanian di solok selatan menurun memasuki semester pertama kalender pertanian. Hal ini disebabkan naiknya harga pupuk dan pestisida secara signifikan sehingga ikut berdampak terhadap turunnya daya beli petani. Kenaikan harga tertinggi terdapat pada pestisida, obat-obatan pertanian sebanyak lima puluh persen, dan pada pupuk serta bibit kemasan dan alat-alat pertanian naik hingga dua puluh lima hingga tiga puluh persen. Salah seorang petani di kecamatan sangir, solok selatan, nadiar mengatakan, memasuki masa panen pertama pada tahun ini, sejumlah komoditi pertanian mengalami penurunan hasil panen seiring dengan pengurangan pemberian pupuk dan pestisida akibat meningkatnya harga secara signifikan, ditambah kondisi cuaca yang kurang baik. Dengan  mengurangi pemakaian pupuk dan pestisida hingga setengah dari biasanya, membuat para petani terancam merugi, akibatnya hasil panen pertaniannya juga turut mengalami penurunan hingga setengahnya. Untuk mensiasatinya, para petani saat ini mencampur sebagian pupuk tersebut dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos, kendati hasil panen nantinya juga belum bisa semaksimal yang diharapkan seperti biasanya. Selain itum, sebagai solusi panen hasil dari pertanian ini stabilm, pemerintah menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di pasaran, dikarenakan, hingga saat ini selain sulit untuk dijumpai, pupuk bersubsidi juga sulit untuk ditebus dengan berbagai syarat.  Hasil panen hampir di semua komoditi pertanian di solok selatan menurun memasuki semester pertama kalender pertanian. Hal ini disebabkan naiknya harga pupuk dan pestisida secara signifikan sehingga ikut berdampak terhadap turunnya daya beli petani. Kenaikan harga tertinggi terdapat pada pestisida, obat-obatan pertanian sebanyak lima puluh persen, dan pada pupuk serta bibit kemasan dan alat-alat pertanian naik hingga dua puluh lima hingga tiga puluh persen. Salah seorang petani di kecamatan sangir, solok selatan, nadiar mengatakan, memasuki masa panen pertama pada tahun ini, sejumlah komoditi pertanian mengalami penurunan hasil panen seiring dengan pengurangan pemberian pupuk dan pestisida akibat meningkatnya harga secara signifikan, ditambah kondisi cuaca yang kurang baik. Dengan  mengurangi pemakaian pupuk dan pestisida hingga setengah dari biasanya, membuat para petani terancam merugi, akibatnya hasil panen pertaniannya juga turut mengalami penurunan hingga setengahnya. Untuk mensiasatinya, para petani saat ini mencampur sebagian pupuk tersebut dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos, kendati hasil panen nantinya juga belum bisa semaksimal yang diharapkan seperti biasanya. Selain itum, sebagai solusi panen hasil dari pertanian ini stabilm, pemerintah menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di pasaran, dikarenakan, hingga saat ini selain sulit untuk dijumpai, pupuk bersubsidi juga sulit untuk ditebus dengan berbagai syarat. 

Wartawan : DIKY LESMANA
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat