Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKota Padang

Pasca Ledakan Bom Rakitan, Kemenag Sumbar Pastikan KBM di MAN 3 Padang Tetap Kondusif

TVRI Sumatera BaratPendidikan 15 Juli 2026 JAM 06:27:38 WIB

PADANG - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang tetap berjalan normal. Kepastian ini disampaikan setelah pihak Kemenag meninjau langsung lokasi pasca insiden ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan pada Selasa (14/7/2026).

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin (atau diwakili Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Tangusli), menegaskan bahwa situasi di lingkungan madrasah saat ini sudah terkendali dan warga sekolah tidak terpancing kepanikan.

“Kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi madrasah. Alhamdulillah, situasi tetap kondusif dan kegiatan di madrasah berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Sebelumnya, suasana di MAN 3 Padang sempat geger setelah suara dentuman keras terdengar dari salah satu ruang kelas sekitar pukul 10.15 WIB. Warga sekitar sempat mengira sumber suara berasal dari ban kendaraan yang pecah, sebelum akhirnya melihat kepulan asap di area atap sekolah.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, mengungkapkan bahwa ledakan tersebut bersumber dari bom rakitan yang disimpan di dalam laci meja kelas. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Demi alasan keamanan, pihak sekolah sempat memulangkan siswa lebih awal pada hari kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku adalah seorang siswa kelas XII berinisial R. Motif tindakan nekat ini diduga kuat dipicu oleh rasa dendam akibat menjadi korban perundungan (bullying).

"Anak tersebut mengaku melakukan perbuatannya karena menyimpan rasa dendam akibat sering menjadi korban bullying oleh teman-temannya sejak bangku kelas IX. Bom rakitan itu sengaja diledakkan untuk mencelakai temannya yang sering membully dirinya,” jelas Kombes Pol Apri Wibowo.

Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu bom rakitan yang sudah meledak, satu bom rakitan yang masih utuh, satu katapel dan beberapa butir kelereng serta satu pasang sarung tangan.

Saat ini, siswa R telah diamankan di Polresta Padang untuk menjalani interogasi mendalam mengenai asal-usul bahan peledak yang digunakannya.

Menyikapi dampak psikologis psikososial para siswa, Kanwil Kemenag Sumbar menyatakan telah menyiapkan tim pendampingan melalui guru Bimbingan Konseling (BK), wali kelas, dan kepala madrasah.

Jika dalam perkembangannya ditemukan indikasi trauma pada siswa, Kemenag akan menggandeng tenaga profesional seperti psikolog untuk memberikan layanan trauma healing.

Untuk membangun kembali rasa aman, Kemenag menjadwalkan kegiatan rekonsiliasi pada hari berikutnya yang akan diawali dengan senam bersama, outbound, serta pembinaan langsung dari jajaran Polsek Koto Tangah.

“Kami mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. Sementara itu, fokus Kementerian Agama adalah memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dan hak psikologis warga madrasah terpenuhi,” tutup perwakilan Kanwil Kemenag Sumbar.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat