Berita ❯ Kabupaten Kepulauan Mentawai
Balita Tiga Tahun Hilang Terseret Ombak di Muara Simatalu Mentawai, Tim SAR Perluas Area Pencarian
TVRI Sumatera Barat • Seputar Sumbar 03 Juli 2026 JAM 21:37:31 WIB

MENTAWAI – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kepulauan Mentawai memperluas area pencarian terhadap seorang balita perempuan berusia tiga tahun yang dilaporkan hilang terseret ombak di Muara Simatalu, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Hingga Jumat (3/7/2026), operasi SAR telah memasuki hari kedua. Tim gabungan kini memperluas radius penyisiran setelah sebelumnya sempat terkendala oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (1/7/2026) siang. Kejadian bermula saat korban bersama ibunya sedang mencari kayu bakar di sekitar kawasan Muara Simatalu. Tak lama berselang, korban meminta izin untuk mandi di tepi muara. Namun, hanya dalam hitungan menit, sang ibu mendapati anaknya sudah hilang dari pandangan, diduga kuat terseret arus muara yang ekstrem.
Warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri secara swadaya, namun tidak membuahkan hasil. Pihak keluarga kemudian melaporkan insiden tersebut ke Basarnas Mentawai pada Kamis (2/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Muara Simatalu dikenal oleh masyarakat setempat memiliki karakteristik ombak yang besar dan ekstrem karena posisinya yang diapit oleh formasi batu dinding langsung ke laut lepas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengungkapkan bahwa tim penyelamat sempat menghadapi kendala besar saat menuju lokasi kejadian perkara (LKP) yang berjarak 61 Nautical Miles (NM) dari Dermaga Tuapeijat.
"Tim Rescue yang dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 sempat dihantam gelombang laut setinggi 2,5 hingga 3 meter. Akibat kondisi tersebut, tim terpaksa berlindung dan bersandar sementara di Dermaga Pei-Pei demi keselamatan," kata Benteng, Jumat (3/7/2026).
Memasuki hari kedua operasi, Basarnas Mentawai memaksimalkan seluruh potensi yang ada dengan membagi tim menjadi dua unit penolong (Search and Rescue Unit/SRU). SRU laut melakukan penyisiran menggunakan RIB 02 dengan memetakan area pencarian hingga seluas 49 NM², berfokus pada radius 14 NM di sekitar titik koordinat hilangnya korban.
Sedangkan SRU darat melibatkan masyarakat dan unsur setempat untuk menyisir sepanjang pinggiran muara hingga garis pantai Desa Simatalu.
Dalam operasi kemanusiaan ini, Basarnas Mentawai juga mengerahkan teknologi modern, mulai dari Drone Termal untuk pemantauan udara, hingga peralatan komunikasi satelit seperti Personal Locator Beacon (PLB), EPIRB, telepon satelit, dan Starlink Portable guna mengantisipasi kendala sinyal di wilayah terluar tersebut.
Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU
❝❞ Komentar Anda
Berita Lainnya
Berita Terkini Seputar Sumatera Barat
Truk CPO Masuk Jurang 80 Meter di Sitinjau Lauik, Sopir Cadangan Tewas Terjepit
03 Juli 2026 JAM 06:52:26 WIB
Polsek Nanggalo Ringkus Residivis Pencuri Material Bangunan di Kurao Pagang
02 Juli 2026 JAM 19:47:11 WIB