Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Pasaman Barat

Mencari Lokan di Sungai, Lansia di Pasaman Barat Hilang Diterkam Buaya

TVRI Sumatera BaratSeputar Sumbar 19 Mei 2026 JAM 20:52:14 WIB

PASAMAN BARAT - Seorang pria lanjut usia (lansia) dilaporkan hilang akibat diterkam buaya saat mencari lokan di Sungai Batang Paparian, Kecamatan Parik Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Selasa (19/5/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban diketahui bernama Darwin, pria berusia 61 tahun yang beralamat di Air Jernih Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. Hingga Selasa malam, korban masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan dan warga setempat.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi kejadian tersebut. Pihaknya mendapatkan laporan pertama kali dari Sekretaris Nagari setempat, Amar Cendana, pada Selasa malam pukul 19.44 WIB.

"Kami menerima informasi bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia, di mana satu orang warga diterkam buaya di Sungai Batang Paparian, Pasaman Barat. Korban saat itu sedang mencari lokan bersama rekannya," kata Abdul Malik saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

Abdul Malik menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika korban dan temannya beraktivitas di pinggir sungai pada sore hari. Tiba-tiba, seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban. Rekan korban yang melihat kejadian tersebut segera berlari meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar dan melaporkannya ke pihak nagari (desa adat).

Warga sempat berupaya melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian sejak sore hari. Namun, hingga pukul 19.30 WIB, keberadaan korban belum juga ditemukan, sehingga pihak nagari memutuskan untuk menghubungi Basarnas.

Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Padang langsung menggerakkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman untuk menuju lokasi kejadian perkara (LKP).

"Sebanyak sembilan orang personel rescuer dari Pos SAR Pasaman telah kami berangkatkan pada pukul 20.00 WIB malam ini. Jarak darat menuju lokasi sekitar 76 kilometer dengan estimasi waktu tempuh kurang lebih 3 jam," jelas Abdul Malik.

Dalam operasi pencarian ini, tim SAR dibekali dengan berbagai peralatan evakuasi dan penyelamatan air yang lengkap. Alat utama (alut) yang dikerahkan meliputi satu unit rescue car double cabin, motor trail, perahu karet (LCR + Mopel), peralatan SAR air, peralatan medis, serta alat komunikasi.

Guna memaksimalkan pencarian di malam hari atau area yang sulit dijangkau, tim SAR juga membawa teknologi khusus.

“Kami juga menerjunkan Drone Thermal untuk membantu mendeteksi suhu tubuh atau keberadaan korban dari udara," ucap Abdul Malik.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat