Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKota Padang

Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Muara Ampiang Parak Pessel, 10 Selamat dan 1 Meninggal Dunia

TVRI Sumatera BaratKelautan dan Perikanan 19 Mei 2026 JAM 19:18:17 WIB

PADANG - Sebuah perahu nelayan yang ditumpangi 11 orang terbalik setelah dihantam ombak besar di depan Muara Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa (19/5/2026). Akibat peristiwa tersebut, 10 orang nelayan dilaporkan selamat, sementara satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD).

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak SAR menerima laporan pertama kali dari warga setempat bernama Gani pada pukul 14.55 WIB, yang mengabarkan adanya kecelakaan kapal nelayan di kawasan tersebut.

"Kronologi kejadian bermula ketika perahu nelayan berpenumpang 11 orang tersebut pergi melaut untuk mencari ikan sejak pukul 06.00 WIB. Namun, saat hendak kembali dan memasuki Muara Ampiang Parak sekitar pukul 11.30 WIB, perahu mereka dihantam ombak besar hingga terbalik," ujar Abdul Malik saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026) sore.

Saat kejadian, 10 orang nelayan berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai. Mereka diidentifikasi atas nama Edi (35), Dendi (42), Ateng (35), Andre (42), Buyuang (22), Tiu (45), Dirga (34), Ales (22), Apis (43), dan Iwan (34). Sementara itu, satu orang korban sempat dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian mandiri oleh warga namun hasilnya nihil.

Mendapat laporan tersebut, Kantor SAR Padang langsung menggerakkan 6 orang personel rescuer dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan pada pukul 15.10 WIB menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) menggunakan berbagai peralatan keselamatan air, medis, dan komunikasi.

"Tim rescue Unit Siaga SAR Pesisir Selatan tiba di lokasi pada pukul 16.42 WIB. Berdasarkan koordinasi dengan Unsur SAR Gabungan di lapangan, korban yang sempat hilang akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 15.45 WIB," jelas Abdul Malik.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Iral (35). Ia ditemukan terombang-ambing di sekitar lokasi kejadian, berjarak sekitar 50 meter dari tempat kejadian awal, pada koordinat 1°38'17.11"S - 100°39'46.46"T. Setelah dievakuasi oleh tim gabungan, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.

Operasi SAR ini turut melibatkan berbagai unsur gabungan, yang terdiri dari 6 personel Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, 4 personel TNI AL, 3 personel Polsek Sutera, serta dibantu oleh sekitar 30 orang masyarakat setempat.

"Karena seluruh korban sudah berhasil dievakuasi, pada pukul 17.00 WIB kami melaksanakan debrifing bersama seluruh unsur yang terlibat. Operasi SAR resmi kami usulkan untuk ditutup, dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih," ujar Abdul Malik.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat