Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Padang Pariaman

Bocah 4 Tahun Hilang Misterius di Ketaping, Basarnas Padang Kerahkan Tim Rescue ke Sungai Batang Anai

TVRI Sumatera BaratSeputar Sumbar 24 April 2026 JAM 15:04:46 WIB

PADANG PARIAMAN - Seorang balita laki-laki bernama Mustafa (4) dilaporkan hilang secara misterius di kawasan Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Korban diduga hilang di sekitar ladang sawit atau terseret arus sungai sejak Kamis, 23 April 2026 sore.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut melalui Basarnas Command Center (115) pada Jumat, 24 April 2026 sekitar pukul 08.10 WIB.

Peristiwa ini bermula pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ibu korban meninggalkan Mustafa bersama kakaknya yang berusia 8 tahun untuk mengisi daya (charge) ponsel di rumah tetangga yang berjarak sekitar 70 meter.

"Setelah sang ibu kembali, Mustafa sudah tidak ada di lokasi. Ketika ditanya, kakaknya hanya menunjuk ke arah ladang sawit dan sungai," ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya, Jumat, 24 April 2026.

Upaya pencarian mandiri telah dilakukan oleh pihak keluarga dan warga sekitar sejak Kamis malam, namun hingga Jumat pagi, keberadaan bocah malang tersebut belum ditemukan.

Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Padang langsung memberangkatkan tim pencari guna melakukan Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM).

"Pukul 08.27 WIB, kami telah memberangkatkan 13 personel rescuer menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP). Estimasi waktu tempuh sekitar 30 menit dari kantor," lanjut Abdul Malik.

Berdasarkan data teknis, lokasi kejadian berada pada koordinat 0∘44′28.14"S−100∘13′59.34"T, atau sekitar 14 kilometer arah Barat Laut dari Kantor SAR Padang.

Untuk mendukung proses pencarian di medan sungai dan daratan, tim dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih, di antaranya rescue car dan peralatan komunikasi, LCR (perahu karet) beserta mesin mopel untuk menyisir aliran sungai, peralatan SAR Air lengkap serta peralatan medis darurat.

"Sesuai semangat kami, profesional, modern, dan teruji, kami akan berupaya semaksimal mungkin menyisir area sungai dan ladang sawit di sekitar titik terakhir korban terlihat. Mohon doa dari masyarakat agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat," tutupnya.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat