Berita ❯ Kota Padang
Keluarga Bayi Alceo Tuding RSUP M Djamil Padang Mobilisasi Karyawan Jadi Buzzer Medsos
TVRI Sumatera Barat • Seputar Kota Padang 22 April 2026 JAM 19:32:08 WIB

PADANG - Pihak keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika melontarkan tudingan serius terhadap manajemen RSUP M Djamil Padang. Mereka menduga pihak rumah sakit mengerahkan karyawan untuk menjadi buzzer di media sosial guna mengimbangi masifnya pemberitaan terkait dugaan kelalaian medis yang menimpa bayi Alceo.
Alceo, bayi berusia 14 bulan yang menjalani perawatan akibat luka bakar, mengembuskan napas terakhir setelah sepekan dirawat di RSUP M Djamil. Pihak keluarga menduga ada unsur kelalaian dalam penanganan medis selama masa perawatan tersebut.
Ayah Alceo, Doris Flantika, mengaku mendapatkan informasi mengenai mobilisasi karyawan tersebut dari sumber internal rumah sakit. Ia mengklaim memiliki bukti berupa pesan berantai yang diteruskan kepadanya.
"Kami memiliki banyak kenalan, baik saudara maupun teman yang bekerja di sana. Informasi itu tidak hanya tersimpan di internal, tapi dibagikan kepada kami. Pesan itu sempat diteruskan (forward), meski kemudian dihapus," ujar Doris dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2026).
Doris menambahkan, dirinya sempat membaca langsung pesan perintah dari atasan rumah sakit kepada bawahannya. Isinya tidak hanya instruksi untuk berkomentar, tetapi juga ancaman bagi karyawan yang membagikan berita negatif mengenai rumah sakit.
"Ini sangat berbahaya. Jika pola pikir ini tidak diubah, mereka akan merasa jumawa dan seolah-olah tidak tersentuh hukum," tegasnya.
Tudingan senada disampaikan oleh Ibu Alceo, Nuri Khairma yang merinci adanya sistem imbalan sebesar Rp5.000 bagi karyawan yang mengunggah komentar negatif di media sosial terkait kasus ini, serta ancaman sanksi bagi mereka yang kedapatan memberikan komentar positif atau membagikan berita yang menyudutkan pihak rumah sakit.
Menanggapi tudingan tersebut, Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas, membantah keras klaim pihak keluarga. Ia menegaskan bahwa manajemen saat ini sepenuhnya fokus pada perbaikan kualitas layanan kesehatan.
"Sejauh ini kami fokus pada peningkatan pelayanan. RSUP M Djamil tidak pernah memikirkan hal-hal di luar itu, kecuali demi pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Dovy.
Terkait substansi medis dari kasus Alceo, Dovy menyerahkan sepenuhnya kepada tim audit yang sedang bekerja. Sementara mengenai isu buzzer dan pemberian imbalan, ia meminta hal tersebut dikonfirmasi kembali kepada pemberi informasi awal.
"Terkait isu buzzer dan imbalan, silakan tanyakan kepada pihak yang memberikan informasi tersebut," ujarnya.
Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU
❝❞ Komentar Anda
Berita Lainnya
Berita Terkini Seputar Sumatera Barat
Pencarian Hari Kelima, Dua Murid SD yang Tenggelam di Pantai Ujung Karang Belum Ditemukan
22 April 2026 JAM 19:02:01 WIB
Polres Limapuluh Kota Ringkus Pemuda Pemilik Sabu dan Ganja di Guguak VIII Koto
20 April 2026 JAM 22:02:25 WIB
Pencarian Dua Bocah Hanyut di Pantai Ulak Karang Masuki Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian
20 April 2026 JAM 21:25:02 WIB