Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKota Padang

Polda Sumbar Pastikan Video Asusila yang Libatkan Bupati Limapuluh Kota Adalah Editan

TVRI Sumatera BaratSeputar Sumbar 19 Maret 2026 JAM 04:52:39 WIB

PADANG - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video asusila yang menyeret nama Bupati Limapuluh Kota. Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, polisi memastikan bahwa rekaman tersebut merupakan konten hasil manipulasi atau editan.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya dalam keterangannya pada Rabu, 18 Maret 2026 menjelaskan bahwa video yang memperlihatkan sosok pria mirip kepala daerah tersebut sedang melakukan panggilan video (video call) dengan seorang wanita adalah tidak benar atau hoaks secara teknis.

“Dalam hal ini, pelaku menggunakan video itu untuk melakukan ancaman dan pemerasan terhadap korban (Bupati Limapuluh Kota),” ujarnya.

Ia mengatakan, penanganan perkara tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan pendalaman terhadap alat bukti guna mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi.

Seiring perkembangan penyelidikan, kepolisian turut mempertimbangkan pendekatan kemanusiaan dan aspek pemulihan. Setelah dilakukan komunikasi dan mediasi, baik korban maupun terlapor menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.

“Dalam penanganan perkara ini, kami mengedepankan pendekatan restorative justice, dengan memprioritaskan pemulihan serta kesepakatan kedua belah pihak,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, terlapor telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Sementara itu, pihak korban juga telah memberikan maaf, sehingga perkara diselesaikan tanpa dilanjutkan ke tahap penegakan hukum berikutnya.

Agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari, Polda Sumbar mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas di ruang digital, khususnya terhadap akun-akun yang tidak dikenal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah percaya kepada akun anonim, serta tidak sembarangan membagikan data pribadi atau melakukan interaksi berisiko seperti video call dengan orang yang tidak dikenal, karena hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk tindak kejahatan,” tutupnya.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat