Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKota Padang

Dukung Program Presiden, Polri Resmikan 1.179 Satuan Pelayanan Gizi dan 18 Gudang Pangan

TVRI Sumatera BaratPemerintahan 13 Februari 2026 JAM 19:49:12 WIB

PADANG - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.179 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan 18 gudang ketahanan pangan di seluruh Indonesia.

Langkah strategis ini merupakan kolaborasi antara Polri dan Badan Gizi Nasional untuk menjamin stabilitas pangan dan pemenuhan nutrisi masyarakat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa keterlibatan institusinya dalam program ini adalah bentuk adaptasi Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, stabilitas keamanan nasional (Kamtibmas) berkaitan erat dengan kesejahteraan perut rakyat.

"Ketahanan pangan dan kecukupan gizi adalah fondasi stabilitas sosial. Ketika masyarakat terpenuhi kebutuhan dasarnya, maka Kamtibmas akan lebih kuat," ujar Kapolri dalam keterangannya yang diterima, Jumat, 13 Februari 2026.

Kehadiran 18 gudang ketahanan pangan yang dibangun juga berfungsi sebagai penyangga logistik nasional. Fasilitas ini disiapkan untuk mengantisipasi gejolak harga pasar maupun gangguan distribusi di berbagai wilayah.

Menindaklanjuti instruksi pusat, Polda Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan kesiapannya mengimplementasikan program tersebut di wilayah hukumnya.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan akan memaksimalkan potensi pertanian dan perikanan lokal untuk mendukung rantai pasok SPPG.

Pihak Polda Sumbar akan mengambil langkah strategis melalui sinergi lintas sektoral dengan Pemerintah Daerah, optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dalam memantau ketahanan pangan di tingkat nagari, serta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi.

"Kami akan mendukung penguatan distribusi dan pengamanan rantai pasok agar masyarakat Sumbar mendapatkan akses pangan yang cukup," tegas Kapolda Sumbar, Jumat, 13 Februari 2026.

Sementara, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memastikan bahwa standar nutrisi dalam program ini akan dikelola secara akuntabel dan ilmiah. Selain aspek kesehatan, program ini diproyeksikan mampu menggerakkan ekonomi lokal di Sumatera Barat.

Dengan skema ini, para petani, peternak, dan pelaku UMKM setempat berpeluang menjadi pemasok utama bahan baku bagi SPPG, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri di daerah.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat