Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Agam

Pasca Banjir Lahar Dingin di Agam, BNPB Imbau Masyarakat Terus Siaga

TVRI Sumatera BaratBencana Alam 07 April 2024 JAM 07:39:14 WIB

SUMBAR – Sehari setelah banjir lahar dingin Marapi melanda dua kecamatan di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, petugas gabungan melakukan pembersihan material di wilayah terdampak seperti sampah yang terbawa arus air antara lain lumpur dan potongan kayu serta sampah rumah tangga. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur terkait mengerahkan alat berat untuk mengurai dan membersihkan material tersebut, khususnya di sepanjang sungai.

Di samping itu, aparat keamanan berjaga saat ekskavator beroperasi di ruang publik untuk kelancaran pembersihan. Diketahui dua wilayah kecamatan yang terdampak banjir lahar dingin yaitu Kecamatan Candung dan Sungai Pua. 

"Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, peristiwa tersebut tidak mengakibatkan adanya korban jiwa. Namun sebanyak 7 KK mengungsi ke rumah wali jorong dan rumah kerabat terdekat," katanya, Sabtu, 6 April 2024.

Sedangkan populasi terdampak, BPBD setempat mencatat dalam peristiwa ini tercatat sebanyak 261 jiwa terdampak dan 69 unit rumah serta beberapa unit kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat terimbas banjir ini.

"Hujan deras pada Jumat, 5 April 2024 sore menyebabkan adanya banjir lumpur di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat. BPBD bersama tim pencarian dan pertolongan melakukan pemantauan dan evakuasi warga," ungkapnya.

Berdasarkan data BMKG, satu hari ke depan, wilayah Sumatra Barat masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi yang disertai petir dan angin kencang. Sedangkan beberapa wilayah di Kabupaten Agam, hujan ringan hingga petir masih berpotensi terjadi hingga esok, Minggu 7 April 2024.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga tetap siaga menyikapi potensi hujan tersebut. Mengantisipasi bahaya banjir keluarga dapat mempersiapkan rencana kesiapsiagaannya, seperti memantau potensi hujan di wilayah, secara gotong royong memastikan saluran air bebas dari sampah hingga siaga apabila harus melakukan evakuasi mandiri," tambahnya.

Wartawan : Tio Furqon Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat