Berita ❯ Kota Payakumbuh
DISERANG HAMA, PETANI BONGKAR TANAMAN CABE
Kontributor Daerah • Ekonomi 21 Juni 2021 JAM 06:56:53 WIB
Selain mengeluhkan mahalnya harga pestisida, petani cabe di Kelurahan Sicincin Kecamatan Payakumbuh Timur juga mengeluhkan hama penyakit yang menyebabkan panen tidak maksimal. Mengantisipasi dampak yang lebih besar, petani memilih membongkar tanaman yang buahnya telah membusuk. Mengantisipasi dampak kerugian yang lebih besar akibat diserang hama penyakit, petani cabe di kelurahan Sicincin Kecamatan Payakumbuh Timur memilih untuk membongkar tanaman cabe yang telah beberapa kali panen itu.
Meski sempat memanen cabe tersebut, petani megaku hasilnya tidak maksimal dan tidak sesuai yang diharapkan. Sebab buah cabe yang merah, sebagiannya membusuk. kondisi tersebut terjadi di hampir seluruh batang tanaman cabe. Hal tersebut diungkapkan petani cabe bernama Yendri. Menurutnya kondisi tersebut telah terjadi beberapa bulan terakhir. Selain dialami petani di sekitar kebunnya, hal tersebut juga dialami sebagian besar petani cabe di kecamatan lainnya. Sehingga menbongkar tanaman cabe adalah pilihan terbaik agar tidak terus mengalami kerugian.
Sebab jika harus terus melakukan perbaikan dengan cara penyemprotan racun anti hama, dikhawatirkan hasilnya tidak akan maksimal. Dengan kondisi hasil panen seperti itu, petani menyebut nyaris tidak ada keuntungan yang diperoleh para petani, mengingat biaya produksi lebih mahal dari pada panen yang dihasilkan. Petani yang rutin bercocok tanam cabe merah sejak tahun 2014 itu berharap kedepan kondisi lebih baik kedepannya, dan tanaman bisa bebas dari serangan hama ulat.
Wartawan : EDWARD
Editor : PPID TVRI SUMBAR
❝❞ Komentar Anda
Berita Lainnya
Berita Terkini Seputar Sumatera Barat
Perkuat Sinergi dan Spiritual, Polda Sumbar Gelar Doa Bersama dan Tabligh Akbar: Hadirkan Ustadz Adi Hidayat
24 Februari 2026 JAM 22:31:49 WIB
Satreskrim Polresta Padang Bekuk Terduga Pencuri Motor di Indarung
24 Februari 2026 JAM 22:30:09 WIB
Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Kuranji Padang, Kerugian Capai Rp100 Juta
24 Februari 2026 JAM 10:02:25 WIB