Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Padang Pariaman

Sumbar Tuntaskan Rehabilitasi 3.902 Hektare Sawah Pascabencana, Tercepat di Indonesia

TVRI Sumatera BaratPemerintahan 14 Mei 2026 JAM 18:46:19 WIB

PADANG PARIAMAN - Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatatkan progres tercepat secara nasional dalam pemulihan sektor pertanian pascabencana. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan rehabilitasi lahan sawah kategori rusak ringan dan sedang akibat bencana hidrometeorologi telah rampung 100 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat melakukan tanam padi serentak di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (13/5/2026). Penanaman ini menjadi simbol tuntasnya pemulihan lahan terdampak di wilayah tersebut.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian RI, Tedy Dirhamsyah, memberikan apresiasi tinggi atas kecepatan koordinasi Pemerintah Provinsi Sumbar. Menurutnya, Sumbar unggul jauh dibandingkan daerah terdampak lainnya seperti Aceh dan Sumatera Utara.

"Total lahan rusak ringan dan sedang di Sumbar mencapai 3.902 hektare dan progresnya luar biasa. Saat rata-rata nasional baru menyentuh angka 14 persen, Sumbar sudah memenuhi target menteri. Ini juara satu," ujar Tedy.

Ia menambahkan, keseriusan Sumbar terlihat dari aktivitas hilirisasi yang tetap berjalan. 

"Bukan hanya tanam, di Solok kami melihat petani sudah panen dan hasilnya langsung diekspor. Ini menjadi perhatian khusus bagi Kementerian Pertanian," imbuhnya.

Meski kategori rusak ringan dan sedang telah tuntas dengan dukungan anggaran pusat sebesar Rp32,9 miliar, tantangan besar masih membentang. Gubernur Mahyeldi mengungkapkan ada sekitar 7.000 hektare lahan yang masuk kategori rusak berat, termasuk 4.000 hektare di antaranya yang hilang akibat berubah menjadi aliran sungai atau tertimbun longsor.

"Penanganan lahan yang hilang memerlukan keterlibatan lintas kementerian, tidak bisa hanya Kementan. Kami perlu berkolaborasi dengan Kementerian PU karena sebagian lahan kini telah berubah menjadi sungai," tegas Mahyeldi.

Terkait hal ini, Pemprov Sumbar telah menyerahkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) kepada BNPB. "Kita sudah gerakkan semua simpul koordinasi. Tinggal menunggu kepastian anggaran dari pusat, mudah-mudahan Mei ini ada titik terang," tambahnya.

Di tengah upaya pemulihan, ancaman baru berupa musim kering dan fenomena El Nino diprediksi akan mulai melanda pada akhir Juni hingga Juli mendatang. Mahyeldi menginstruksikan percepatan masa tanam sebagai langkah preventif menjaga ketahanan pangan.

Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian Pertanian menyatakan telah menyiapkan program mitigasi berupa penyediaan irigasi perpompaan, pembangunan sumur air dalam serta fasilitasi usulan bantuan sarana prasarana dari daerah.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, memaparkan bahwa di wilayahnya terdapat 1.263,4 hektare sawah dan 570,35 hektare lahan jagung yang terdampak. Meski lahan rusak ringan telah tertangani sepenuhnya, ia berharap pemerintah pusat segera mengucurkan bantuan untuk kategori rusak berat dan lahan hilang.

"Lahan sawah yang hilang terbawa arus di wilayah kami mencapai 100,5 hektare. Kami berharap alokasi bantuan untuk kategori berat ini bisa segera terealisasi agar ekonomi petani kembali pulih," ujar John.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat