Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Agam

Cuaca Ekstrem di Agam, Longsor Tutupi Jalan Provinsi dan Banjir Rendam Pemukiman Warga

TVRI Sumatera BaratBencana Alam 16 Februari 2026 JAM 20:22:46 WIB

AGAM - Cuaca buruk kembali melanda wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Senin, 16 Februari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya tanah longsor di Lubuak Sao yang memutus akses jalan provinsi, serta menyebabkan banjir akibat meluapnya sejumlah sungai di Kecamatan Tanjung Raya.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan darurat dari BPBD Kabupaten Agam pada pukul 16.55 WIB dan langsung menginstruksikan pergerakan personel ke lokasi bencana.

Berdasarkan laporan di lapangan, curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan debit air di beberapa sungai seperti Batang Ranggeh, Tumayo, Balok, Muaro Pisang, dan Sungai Asam meningkat drastis. Hal ini menyebabkan air meluap dan merendam rumah-rumah warga.

"Kondisi saat ini, bekas longsoran di Lubuak Sao kembali menutupi badan jalan provinsi sehingga akses transportasi lumpuh total. Selain itu, genangan air setinggi betis orang dewasa juga merendam ruas jalan di titik Sawah Liek, Pasa Rabaa, dan Koto Gadang," ujar Abdul Malik.

Menindaklanjuti situasi tersebut, Kantor SAR Padang melalui Pos SAR Agam telah memberangkatkan tim rescuer pada pukul 17.11 WIB.

"Kami telah memberangkatkan enam personel dari Pos SAR Agam menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam. Fokus utama kami adalah melakukan pemantauan dan evakuasi jika terdapat warga yang terjebak," tambahnya.

Dalam operasi kali ini, Tim SAR membekali personel dengan peralatan lengkap, di antaranya Rescue Car dan motor trail untuk menembus medan sulit, perahu karet (LCR) dan perlengkapan SAR air, peralatan mountaineering serta alat medis dan komunikasi.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur wilayah tersebut meski intensitasnya mulai menurun dibandingkan beberapa jam sebelumnya. Kecepatan angin tercatat berada di kisaran 5 knot, namun kondisi jalan yang tertutup material longsor menjadi hambatan utama mobilisasi alat berat dan bantuan.

Mengenai data korban, Abdul Malik menyatakan bahwa tim masih melakukan pendataan di lapangan.

“Untuk data korban masih menyusul, tim kami sedang berupaya menjangkau titik-titik terdalam yang terdampak banjir," ucapnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil di wilayah Sumatera Barat.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat