Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Solok

Percepat Pemulihan Pascabencana, Tim Kementerian PUPR Verifikasi Kerusakan Fasum di Kabupaten Solok

TVRI Sumatera BaratBencana Alam 07 Februari 2026 JAM 12:27:52 WIB

KABUPATEN SOLOK - Pemerintah Kabupaten Solok mulai memvalidasi data kerusakan fasilitas umum (fasum) bersama Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jumat, 6 Februari 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan akurasi data sebelum dimulainya proses rehabilitasi dan rekonstruksi fisik.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Solok ini fokus pada verifikasi ulang dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), terutama untuk sektor rumah ibadah dan fasilitas kesehatan yang terdampak banjir.

Masalah utama dalam pendataan sebelumnya adalah hilangnya jejak lokasi akibat minimnya informasi detail. Kepala Satker Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Al Jihad, mengungkapkan bahwa banyak titik kerusakan dalam dokumen lama sulit ditemukan di lapangan karena ketiadaan alamat lengkap dan titik koordinat.

"Kami berharap pembaruan data kali ini jauh lebih akurat. Informasi detail sangat dibutuhkan agar tim lapangan bisa langsung menuju titik lokasi tanpa kendala teknis," ujar Al Jihad melalui sambungan telepon saat koordinasi berlangsung.

Senada dengan hal itu, Jheru, perwakilan tim survei kementerian, mencontohkan adanya kerancuan data seperti nama masjid yang alamatnya tidak sinkron dengan lokasi administratif.

“Tanpa titik koordinat yang pasti, proses verifikasi akan terhambat," tambahnya.

Wakil Bupati Solok, Candra, menegaskan bahwa Pemkab berkomitmen penuh dalam mendukung kelancaran survei ini. Ia menginstruksikan para Camat dan Wali Nagari untuk turun langsung mendampingi tim kementerian di lapangan.

"Kami ingin memastikan seluruh data valid dan sesuai kondisi sebenarnya. Tidak boleh ada data fiktif. Semua harus berdasarkan fakta lapangan," ucapnya.

Selain pendampingan, Pemkab juga menyiapkan dokumen pendukung berupa foto dan video kerusakan sebagai bukti otentik untuk memperkuat laporan verifikasi.

Mengingat luasnya wilayah terdampak, proses survei dibagi menjadi dua tim utama, yakni tim I  fokus pada wilayah di sekitar kawasan Danau Kembar sedangkan tim II menyisir area terdampak di sekitar Danau Singkarak.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat