Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Tanah Datar

Polda Sumbar Gunakan Teknologi TAA untuk Ungkap Kronologi Kecelakaan di Panyalaian

TVRI Sumatera BaratSeputar Sumbar 28 Januari 2026 JAM 12:33:28 WIB

TANAH DATAR - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menerapkan metode Scientific Crime Investigation guna mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Padang Panjang - Bukittinggi, tepatnya di Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar.

Langkah ini dibuktikan dengan penggunaan alat canggih Traffic Accident Analysis (TAA) saat proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa, 27 Januari 2026. Upaya ini turut diperkuat dengan kehadiran tim asistensi dari Korlantas Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol Mariochristy P.S. Siregar.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, melalui Wadir Lantas AKBP Yudho Huntoro, menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan langkah krusial untuk menghasilkan rekonstruksi kejadian yang presisi.

“Alat TAA sangat berguna untuk mengetahui dinamika kendaraan sebelum benturan serta menyusun kronologis kecelakaan secara mendetail,” ujar Yudho di lokasi kejadian.

Lebih lanjut, AKBP Yudho menyebutkan bahwa hasil dari pemindaian TAA akan menjadi rujukan utama penyidik. Hal ini dilakukan untuk membedah penyebab pasti kecelakaan, baik dari aspek kelalaian manusia (human error), kondisi kelaikan kendaraan, maupun faktor infrastruktur jalan.

“Langkah ini membantu Unit Laka Lantas memvalidasi keterangan saksi di lapangan dengan data teknis. Penggunaan TAA menjadi instrumen penting agar pengungkapan kasus berjalan transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa penggunaan teknologi ini adalah komitmen kepolisian dalam memberikan kepastian hukum berbasis data otentik.

Menurutnya, setiap kecelakaan yang menonjol akan ditangani dengan standar operasional prosedur (SOP) yang tinggi. Teknologi TAA memungkinkan Polri menyajikan visualisasi tiga dimensi (3D) mulai dari detik-detik sebelum hingga sesudah benturan terjadi.

“Ini adalah bentuk transparansi agar penyidikan berjalan profesional dan objektif,” tegas Susmelawati.

Melalui integrasi teknologi dan profesionalisme personel, Polda Sumbar berharap proses penegakan hukum di jalan raya dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan modern sesuai semangat Polri yang Presisi.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat