Berita ❯ Kabupaten Pasaman Barat
Upaya Penyelamatan Penyu di Daerah Maligi Pasaman Barat
Kontributor Daerah • Lingkungan hidup 19 Juli 2019 JAM 06:15:20 WIB

Sekelompok pemuda dan masyarakat Maligi, sejak beberapa bulan belakangan ini, berupaya melakukan pelestarian dan penyelamatan terhadap penyu di daerah Maligi, Kabupaten Pasaman Barat. Mereka secara swadaya juga membeli telur penyu yang ditemukan masyarakat untuk dilepas liarkan ke laut.
Menyadari pentingya pelestarian penyu sebagai salah satu hewan yang dilingdungi, sejumlah pemuda Maligi, Kabupaten Pasaman Barat dengan Komunitas Pandah Art Green, bersama masyarakat berupaya melakukan penyelamatan penyu dan melakukan sosialisasi menghentikan konsumsi telur penyu. Sejak beberepa bulan terakhir, sejumlah pemuda focus melakukan penyelamatan dan konservasi secara mandiri, untuk menjamin kelangsungan hidup penyu yang saat ini mulai langka. Mereka memiliki target bagaimana penyu bisa dilestarikan di Maligi, dan menjadi ikon wisata.
Salah seorang pemuda pelopor penyelamatan penyu surya mengatakan, aksi mereka ini, sebagai bentuk peduli lingkungan dan kelangsungan hidup orang banyak. Akibat tidak memiliki latar belakang ilmu tentang penyu, mereka berupaya melakukan penyelamatan secara otodidak dan belajar di Youtube. Namun sejak beberapa bulan terakhir, aksi mereka mendapat perhatian dari pemerintah nagari, kecamatan dan sejumlah penggiat penyu. Namun akibat keterbatasan dana dan ilmu, mereka hanya mampu melakukan konservasi secara sederhana dan mengajak masyarakat tidak lagi memburu dan mengkonsumsi telur penyu.
Sementara itu salah seorang pencinta penyu Decky H Saputra mengaku, komunitas dan dirinya berupaya membeli telur penyu yang ditemukan oleh masyarakat lokal, agar tidak dimakan atau dirusak. Setelah telur dikumpulkan, komunitas akan berupaya menetaskan dan melepaskannya kembali kelautan. Decky mengaku, hingga saat ini, partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk menyelamatkan penyu sudah mulai meningkat karena mereka mulai sadar tentang dampak bagi perkembangan penyu jika terus menerus dimakan. Sekarang komunitas dan masyarakat lokal, butuh perhatian semua pihak agar, kegiatan ini bisa berlangsung baik dan berkelanjutan untuk anak cucu kedepannya.
Wartawan : ANDIKA / ANDIKA
Editor : PPID TVRI SUMBAR
❝❞ Komentar Anda
Berita Lainnya
Berita Terkini Seputar Sumatera Barat
Bentangkan Kain 1,5 KM, Polda Sumbar dan Komunitas Deklarasi Anti Narkoba serta LGBT
21 Juni 2026 JAM 20:21:58 WIB
Nelayan Hilang di Perairan Pulau Bugei Mentawai, Tim SAR Kerahkan RIB 03
21 Juni 2026 JAM 17:55:30 WIB
Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Divre II Sumbar Kembali Tutup Delapan Perlintasan Sebidang Liar
19 Juni 2026 JAM 21:30:35 WIB