Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Agam

Puluhan ton ikan mati mendadak di Danau Maninjau

Kontributor DaerahLingkungan hidup 22 Februari 2016 JAM 07:51:43 WIB

Puluhan ton ikan keramba jaring  apung milik sejumlah petani di Danau Maninjau Kabupaten Agam  Sumatera Barat  mati mendadak. Ikan mati akibat kekurangan oksigen setelah angin kencang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Agam beberapa hari lalu.

Puluhan ton ikan petani keramba jaring apung  di tiga Nagari di Kabupaten Agam yakni  Nagari Bayur , Maninjau dan Duo Koto mati mendadak. Puluhan ton ikan jenis nila dan ikan mas tersebut  kekurangan oksigen setelah angin kencang melanda daerah Agam beberapa hari lalu. Ikan yang mati merupakan yang dengan ukuran yang siap  panen dan terdapat di 30 unit keramba jaring apung. Kematian ikan di danau maninjau ini membuat petani mengalami kerugian sekitar 500 hingga satu milyar rupiah.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam menghimbau petani ikan di Danau Maninjau untuk segera memanen ikan  mereka yang sudah besar  dan mengurangi pemberian pakan ikan. Selain itu petani juga diminta mengatur jarak  antar KJA dengan keramba jaring apung lainnya yakni sekitar 10 meter guna meminimalisir kematian ikan secara mednadak.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam sendiri sebelumnya telah memberikan surat edaran kepada petani agar mengurangi kepadatan tebar pembibitn ikan, mengingat kasus kematian ikan secra mednadak ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Tahun 2015 lalu sekitar 175  ton ikan keramba jaring apung petani ikan maninjau mati mednadak akibat kekurangan oksigen dengan kerugian mencapai  3 miliar rupiah. Dan tahun 2016 ini, kematian ikan pertama didanau maninjau terjadi pada bulan februari ini.

Wartawan : Gusri El-faishal
Editor : PPID TVRI SUMBAR


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat