Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Padang Pariaman

6 anggota eks. GAFATAR di syahadatkan

Kontributor DaerahSeputar Sumbar 18 Februari 2016 JAM 08:05:00 WIB

Enam warga eks GAFATAR asal Padang Pariaman mendapat pembinaan khusus dari MUI, Kesbangpol dan Kementrian Agama Kabupaten Padang Pariaman. Selain pembinaan, keenamnya juga diminta bertaubat dan membaca  dua kalimat syadahat.

Bertempat di aula Kantor Polres Padang Pariaman, enam warga Padang Pariaman mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar yang sudah pulang kekampung halamannya, diberikan pembinaan oleh Mejelis Ulama Indonesia atau MUI bersama Kesbangpol dan Kementrian Agama Padang Pariaman.

Selain diberikan pembinaan, keenam mantan anggota GAFATAR tersebut harus kembali mengucapkan dua kalimat syahadat. Alasannya karena pengikut GAFATAR sudah keluar dari keyakinan agama islam. Namun sebelum meminta untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, pihak MUI meminta Hario Putra selaku orang yang sudah lama bergabung dengan aliran GAFATAR untuk memberikan alasan mengapa ia bergabung dan mengajak keluarganya masuk GAFATAR.

Dari keteragan Hario, ia bergabung dengan GAFATAR tidak hanya begerak dibidang tanam pangan, namun idiologinya pun berubah, ia keluar dari keyakinaan yang diimaninya selama ini. Ia diajarkan untuk berpedoman kepada kitab sebelumnya, tidak puasa dan tidak wajib sahalat lima waktu. Namun dengan pembinaan dan pemahaman agama yang benar yang diberikan pihak MUI dan Kemenang, Hario dan keluarganya yang lain bersedia untuk taubat dan mengucapkan sayadat kembali.

Pihak MUI berharap setelah kembali dan bergabung dengan masyarakat, mantan pengikut aliran tersebut diminta tidak lagi menyebarluaskan ajaran sebelumnya dan diminta untuk taubat. MUI juga berharap warga Padang Pariaman dapat menerima mantan pengikut GAFATAR dengan tangan terbuka dan diterima dengan baik.

Sementara itu, kedepanya mantan pengikut GAFATAR harus dibina sehingga tidak kembali bergabung dengan kelompok tersebut. Banyak di antara pengikut yang sebenarnya tidak mengetahui ajaran itu, mereka hanya tahu belajar bertani. Sementara itu di Padang Pariaman tercatat sebanyak 27 warganya yang bergabung dengan aliran GAFATAR saat ini enam orang sudah kembali, sementara 21 lainya masih belum diketahui.

Wartawan : Abdul Saril
Editor : PPID TVRI SUMBAR


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat