Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

Berita ❯ Kabupaten Agam

Empat Nelayan Hilang di Perairan Tiku Agam Ditemukan Selamat

TVRI Sumatera Barat • Seputar Sumbar 15 Oktober 2026 JAM 15:29:13 WIB

AGAM - Sebanyak empat orang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Tiku, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan bersama warga setempat pada Kamis (15/10/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa insiden ini bermula ketika dua perahu nelayan yakni biduak 04 dan biduak pondok mande yang diawaki oleh total empat nelayan asal Gasan Gadang melaut sejak Senin (13/10/2026) pukul 14.00 WIB.

Seharusnya, mereka telah kembali ke darat pada Selasa (14/10/2026) pukul 06.00 WIB, namun hanya dua perahu lain yang kembali, sementara kedua perahu korban belum kunjung tiba.

"Mendapatkan laporan tersebut, kami langsung mengerahkan unsur dan alut, termasuk menyiagakan RIB 02 Padang dan RIB 03 Pasaman untuk melakukan pencarian sejak Kamis pagi," ujar Abdul Malik saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).

Pencarian sempat menghadapi kendala berupa luasnya area pencarian seluas kurang lebih 42 mil laut persegi di tengah kondisi cuaca berkabut dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Meski demikian, kerja keras Tim SAR gabungan bersama unsur terkait membuahkan hasil. Pada pukul 07.45 WIB, Tim SAR menerima informasi bahwa para korban telah lebih dulu ditemukan oleh nelayan setempat pada pukul 06.10 WIB sekitar 2 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian awal (LKP). Korban kemudian ditarik menuju pantai oleh nelayan penemu.

"Pada pukul 08.20 WIB, seluruh korban yang terdiri dari Edi (52), Tolen (55), Is Fadli (25), dan Tio Rusnaldi (25) berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat," terangnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur gabungan mulai dari Kantor SAR Padang, Unit Siaga SAR Agam, Pos SAR Pasaman, TNI AL, Polairud, Babinsa Gasan, PMI Agam, BPBD Padang Pariaman, pemerintah kecamatan dan nagari, persatuan nelayan, hingga masyarakat setempat.

Dengan telah ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, Abdul Malik menyatakan bahwa pada pukul 13.30 WIB telah dilaksanakan debriefing (konsolidasi akhir), seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan Operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat