Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKota Padang

Pascabanjir Padang, Disdik Pastikan Sekolah Tetap Masuk 5 Januari

TVRI Sumatera BaratBencana Alam 03 Januari 2026 JAM 18:49:30 WIB

PADANG – Kota Padang kembali berduka setelah banjir dan tanah longsor menerjang pada Jumat, 2 Januari 2026. Bencana ini mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam dan akses jalan terputus akibat derasnya luapan aliran sungai.

Kondisi ini menjadi ujian berat bagi warga yang baru saja berupaya bangkit dari bencana serupa pada November tahun lalu.

Meski sebagian wilayah masih dalam masa pemulihan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang memastikan jadwal masuk sekolah semester genap untuk jenjang SD dan SMP tetap dimulai sesuai rencana, yakni pada Senin, 5 Januari 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, menyatakan bahwa pihaknya tengah mendata sekolah-sekolah yang terdampak langsung. Ia menegaskan bahwa kebijakan sekolah akan bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan.

"Sekolah kita data dulu. Kalau sekolahnya terdampak banjir, tidak kita paksakan (masuk) dulu. Tapi yang kondisinya normal, tetap masuk seperti biasa," ujar Yopi, Sabtu, 3 Januari 2026.

Menyadari banyaknya rumah warga yang terendam, Yopi memberikan jaminan kepada para orang tua bahwa siswa yang terdampak bencana akan mendapatkan dispensasi. Para siswa yang kesulitan berangkat atau kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir diperbolehkan tidak masuk tanpa dikenakan sanksi.

"Kami sudah sampaikan ke sekolah-sekolah, anak yang rumahnya terendam diberikan dispensasi. Tidak ada persoalan karena ini kondisi darurat," tegasnya.

Berdasarkan laporan sementara, tidak ada kerusakan berat pada bangunan sekolah. Namun, kendala utama terletak pada kesiapan siswa dan akses menuju sekolah.

Terkait kondisi SMP Negeri 44 Padang di kawasan Batu Busuk yang terdampak jalan terban, Yopi menyebut skema pembelajaran akan disesuaikan, termasuk kemungkinan sekolah bergantian (shif) jika gedung digunakan untuk keperluan darurat.

Di tengah cuaca ekstrem yang masih mengintai, Disdik Padang mengimbau orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak. Orang tua diminta memastikan anak tidak bermain di area berisiko seperti selokan atau tepian sungai yang deras.

"Kami berharap orang tua berhati-hati. Hujan masih deras, jangan biarkan anak bermain di tempat berbahaya," tambah Yopi.

Selain fokus pada penanganan dampak bencana, Disdik juga mendorong dimulainya kembali pembiasaan positif melalui program Smart Surau yang dijadwalkan mulai 5 Januari.

Program ini diharapkan tetap berjalan guna membangun kedisiplinan siswa, mulai dari bangun pagi, beribadah, hingga sarapan sebelum berangkat sekolah.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat