Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaDaerah

Polda Sumbar Tangkap 186 Tersangka Narkoba Selama Operasi Antik Singgalang 2024

TVRI Sumatera BaratKriminalitas 21 Mei 2024 JAM 14:07:08 WIB

SUMBAR - Direktorat Resnarkoba Polda Sumbar berhasil menangkap 186 orang tersangka selama Operasi Antik Singgalang yang dilaksanakan sejak 2-15 Mei 2024.

Dari 186 orang tersangka yang ditangkap Ditresnarkoba beserta jajaran di polres dan Polresta se Sumbar, 24 orang merupakan target operasi (TO). Operasi Antik tahun ini Polda Sumbar melibatkan enam polres.

Enam polres yang dilibatkan adalah, Polresta Bukittinggi, Polres Padang Pariaman, Polres Solok, Polres Payakumbuh, Polres Agam dan Polres Pesisir Selatan.

"Dari 24 orang TO, Polda Sumbar enam orang, dan tiga orang masing-masing ‎polres yang dilibatkan selama Operasi Antik Singgalang 2024," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan didampingi Direktur Resnarkoba, Kombes Pol Nico A Setiawan, saat release di Mapolda Sumbar, Senin, 20 Mei 2024.

Dwi mengatakan, selama operasi antik ini, petugas mengungkap 60 kasus dengan 83 orang tersangka, dengan rincian ‎24 orang menjadi TO dan 59 orang tidak TO.

Dari total ungkap kasus ini, ‎ petugas menyita barang bukti berupa 126,15 gram sabu, 775,58 gram ganja, 2,5 butir pil ekstasi. 

"Kita sengaja melibatkan enam polres ini dalam Operasi Antik tahun ini, dikarenakan seluruh polres ini  menjadi lalulintas pengiriman narkoba yang berasal dari luar Sumbar," ujar Dwi.

Dikatakan,13 polres lainnya juga melakukan pengungkapan kasus selama Operasi Antik digelar selama dua pekan lalu. Dari 13 polres ini, petugas mengungkap 82 kasus dengan 103 tersangka dan barang bukti yang disita, 289,86 gram sabu dan 6.519,86 gram ganja.

"Jadi total keseluruhan kasus yang berhasil diungkap selama operasi ini sebanyak 142 kasus dengan 186 orang tersangka. Untuk total barang bukti yang disita, 416,01 gram sabu, 7.292,44 gram ganja dan 2,5 butir ekstasi," katanya.

Direktur Resnarkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Nico A Setiawan, mengatakan, Sumbar menjadi market narkotika. Sebab, selama pengungkapan kasus, kebanyakan pemakai yang diamankan.

"Kebanyakan Sumbar pemakai, karena Sumbar wilayah jalur lintas. Pengiriman narkotika ke Jawa yang melewati jalur darat melalui Sumbar, Riau, Jambi dan Lampung. Faktor ini penyebab Sumbar menjadi ‎pemakai terbanyak narkotika," kata Nico.

Nico mengatakan, untuk mengantisipasi ini, pihaknya bekerjasama dengan beberapa polda tetangga. Namun, di lapangan pelaku ini selalu satu tingkat di depan.

"Ini yang menjadi kendala kita untuk mengungkap pelaku kejahatan ini. Selain berkoordinasi dengan beberapa polda tetangga kita juga berkoordinasi dengan PHRI yang bisa memantau para tamu yang dicurigai membawa narkoba," ujar Nico.

Dijelaskannya, untuk memutus rantai peredaran narkotika di Sumbar ini, peran masyarakat sangat penting sekali. Seperti tokoh masyarakat, adat dan anggota DPRD. Pada tahun lalu ada sejumlah kampung bebas narkoba telah didirikan dan disebar di beberapa tempat di Sumbar.

"Ini harus dimaksimalkan lagi‎. Kita akan berkomunikasi dengan stakeholder dan tokoh masyarakat yang ada di Sumbar. Semuanya harus dilibatkan, agar pengedar ini tidak bisa mengedarkan barang haram ini di lingkungannya. Kedepan langkah edukatif juga perlu ditingkatkan," jelasnya.

‎Terakhir Nico mengatakan, selain sabu, ganja dan extasy, pihaknya juga memantau peredaran obat daftar G di Sumbar. Untuk itu, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mendata seluruh apotik an rumah obat yang ada di Sumbar.

"Tim khusus ini nantinya akan memantau apotik dan rumah obat dalam penjualan obat daftar G ini. Kita meminta kepada mereka agar jangan menjual obat daftar G ini kepada orang-orang yang tidak berhak membeli," tutupnya.

Wartawan : Tio Furqon Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat