Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Pasaman Barat

PEDAGANG SAWIT MERUGI, AKIBAT HARGA TIDAK STABIL

TVRI Sumatera BaratEkonomi 21 Mei 2022 JAM 06:00:00 WIB

Berbagai pihak terdampak akibat anjlok dan tidak stabilnya harga tandan buah segera kepala sawit di Pasaman Barat. Selain petani, sebagian besar pedagang juga mengalami kerugian ratusan juta rupiah, akibat perubahan harga yang terjadi beberapa kali dalam sehari. Salah seorang pedagang Amril Jc mengaku, pernah merugi sekitar lima puluh juta rupiah dalam sehari, karena dia membeli TBS masyarakat dengan harga normal, tiba-tiba dihari yang sama terjadi penurunan harga sebanyak dua kali, sehingga dia terpaksa menjual TBS, dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga beli mereka di tingkat petani.

Tidak stabil harga dan minimnya pengawasan ini, berdampak cukup tinggi terhadap masyarakat. Karena banyak pedagang memilih istirahat, atau membeli TBS dengan harga murah, sebagai upaya menghindari kerugian. Disisi lain, beberapa pedagang, membuat kesepakatan dengan petani, agar tidak saling dirugikan saat menjual TBS ke pabrik. Tidak jalannya rantai distibusi penjualan sawit ini juga membuat petani tidak bisa panen secara maksimal. Bahkan beberapa petani sawit memilih tidak panen, karena khwatir terjual dengan harga murah, sementara biaya panen dan langsir cukup tinggi. Meski pemerintah sudah membuka kran eskpor cpo dan minyak goreng, pedagang dan petani berharap, ada pengawasan di lapangan. Agar stabilitas harga tetap terjamin, dan tidak ada monopoli harga, atau penetapan harga sepihak.

Wartawan : ANDIKA / ANDIKA
Editor : PPID TVRI SUMBAR


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat