Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKota Payakumbuh

DAGING BEKU IMPOR RESAHKAN PEDAGANG

Kontributor DaerahEkonomi 27 April 2021 JAM 06:24:39 WIB

Sempat menjadi persoalan bagi sejumlah pedagang daging segar ,Dinas Koperasi dan UKM meminta importir atau pedagang daging beku tidak menggelar dagangan di kawasan  pasar tradisional ibuah Kota Payakumbuh. Keberadaan pedagang daging impor dengan harga lebih murah  mengancam  usaha pedagang setempat. Pasca penyitaan puluhan kg daging beku impor oleh Asosiasi Pedagang Daging segar payakumbuh,pemerintah daerah setempat melalui Dinas Koperasi dan UKM langsung melakukan pembahasan dengan pihak-pihak terkait agar hal tersebut tidak kian melebar.

Sebelumnya,setelah dilakukan penyitaan yang dilakukan oleh pedagang daging segar terhadap puluhan bungkus daging beku,Dinas Koperasi dan UKM mengamankan daging dengan freezer tersebut di bidang pasar. Menurut kadis koperasi dan ukm,dahler,secara prinsip daging beku itu dibenarkan untuk diperjualbelikan kepada masyarakat dan umkm tapi karena harganya lebih murah dari daging segar makanya ini jadi pertimbangan untuk tidak mengizinkan mereka berjualan di kawasan pasar tradisional ibuah.

Dinas Koperasi dan UKM juga menyebutkan bahwa mereka tidak bisa memberikan izin langsung untuk pengusaha daging beku berjualan di pasar ibuh karena hal ini akan menimbulkan persaingan harga yang kurang sehat. Pedagang daging beku diminta berjualan di luar koridor pasar. Sebelumnya permasalahan terkait penjualan daging beku juga sempat menjadi masalah beberapa bulan lalu.bahkan pengusahanya telah dipanggil dan bersedia  tidak berjualan lagi di pasar.

Namun beberapa waktu belakangan pedagang daging kembali ribut karena importir daging beku kembali masuk pasar tradisional ibuah untuk menggelar dagangannya. Harga daging segar untuk satu kilogramnya dijual 120 ribu rupiah ,sedangkan  daging beku dijual seharga 80 ribu rupiah per-kilogramnya (kg).

Wartawan : EDWARD
Editor : PPID TVRI SUMBAR


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat