Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Pasaman Barat

Nelayan Dan Kapal Penumpang Waspada Cuaca Ekstrim

Kontributor DaerahSeputar Sumbar 09 September 2019 JAM 06:19:52 WIB

Nelayan dan penyedia jasa angkutan laut antar pulau, diminta waspada gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah pantai Pasaman Barat. BPBD meminta, nelayan atau nahkoda, memprioritas keselamatan, sebelum berlayar, agar tidak terjadi musibah fatal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasaman Barat, meminta nelayan dan penyedia jasa angkutan laut, waspada cuaca ekstrim dan gelombang tinggi. Nahkoda diminta tidak berlayar, apabila cuaca tidak bersahabat. Dan diminta menunggu cuaca kembali membaik. Berdasarkan informasi dari BMKG dan kondisi di lapangan, cuaca ekstrim dan gelombang tinggi, di wilayah Pasaman Barat sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Bahkan akibat angin selatan, Muara Sungai Batang Pasaman di sasak sempat terjadi pendangkalan sehingga menganggu aktivitas keluar masuk kapal nelayan. Kalatsa BPBD Pasaman Barat Tri Wahluyo mengatakan, kondisi cuaca buruk memang tidak terjadi sepanjang hari, sehingga dibutuhkan ketelitian dan kepastian agar nelayan tetap beraktifitas. Meski demikian BPBD meminta, nahkoda tetap waspada mengingat perubahan cuaca terjadi secara ektrim.

Disisi lain, BPBD meminta, kapal angkutan orang memperhatikan kondisi kapal dan kelengkapan keselamatan. Salah satunya menghindari over kapasitas, dan berlayar dalam kondisi badai atau turun hujan, karena dua hal itu sangat mengancam keselamatan penumpang. Akibat cuaca ekstrim ini, sejumlah nelayan kecil di beberapa daerah juga mengeluh. karena sanpan mereka tidak bisa belayar jauh, dan menangkap ikan secara efektif, sehingga menganggu perekonomian mereka sehari-hari. BPBD mengaku belum bisa memastikan sampai kapan kondisi ini akan terjadi. Sebab sejak satu bulan terakhir wilayah Pasaman Barat dilanda perubahan cuaca tidak menentu. Bahkan untuk daerah tertentu, perkiraan cuaca, volume air sungai, dan angin, sudah berbeda dengan hasil perkiraaan dan kebiasaan masyarakat sebelumnya.

 

Wartawan : ANDIKA / ANDIKA
Editor : Aurelie Moeremans


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat