Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaDaerah

Konsep Geopark Utamakan Pelestarian Warisan Alam dan Budaya

Kontributor DaerahSeputar Sumbar 06 September 2019 JAM 06:04:34 WIB

Pengembangan Pariwisata Provinsi Sumatra Barat terfokus pada konsep Geopark Nasional. Konsep tersebut tertuju pada tiga warisan alam dan budaya, seperti warisan geologi, warisan biologi dan warisan budaya.

Sejumlah penggiat dan pemerintah Provinsi Sumatra Barat, gencar menerapkan konsep Geopark Nasional sebagai pondasi pengembangan pariwisata. Konsep tersebut terdapat tiga pilar utama dari pemanfaatan alam dan budaya masyarakat. Tiga pilar Geopark tersebut berupa warisan geologi, warisan biologi dan warisan budaya. Pemanfaatan warisan tersebut harus dilalui pengembangan konservasi, edukasi, pelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Di Sumatra Barat telah memiliki 8 Geopark Nasional. Salah satunya Geopark Sianok Maninjau di Kabupaten Agam. Geopark ini memiliki 34 lokasi geosite, 21 situs flora fauna, 51 non geosite berupa situs, sejarah dan religi. Serta didukung keanekaragaman kesenian dan kuliner. Menurut ahmad Fadly, tenaga ahli Geopark Nasional Sumatra Barat, geopark terkonsep tiga pilar komponen alam dan budaya. Warisan geologi, warisan biologi dan warisan budaya.

Sumatra Barat memiliki kekayaan alam yang sangat lengkap dari tiga komponen tersebut. Akan tetapi, pengembangan pariwisata harus mendahulukan kearifan lokal masyarakat. Kepala BKSDA Sumatra Barat, Arly Sukrismanto mengatakan, kawasan Geopark Nasional di Sumatra Barat, sebagian besar masuk di wilayah hukumnya. Seperti Hutan Cagar Alam Maninjau, kawasan Hutan Konservasi Singgalang Tandikat dan Taman Wisata Merapi.

Wartawan : ERIK
Editor : Aurelie Moeremans


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat