Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Padang Pariaman

Ritual Ratik Tolak Bala

Kontributor DaerahSerba serbi Ramadhan 06 Mei 2019 JAM 06:02:33 WIB

Ribuan warga  Nagari Bisati, Kecamatan VII Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, gelar ritual ratik tolak bala di sepanjang jalan sambil menggunakan obor dari bambu. Ritual ratik tolak bala tersebut merupakan permohonan, agar Allah Subhanahuwata’alla menjauhkan daerah tersebut dari segala bala, kemungkaran dan mengganti dengan kebaikan, sehingga masyarakat  rukun, damai dan menjalankan ibadah  puasa ramadhan dengan baik.

Ritual ratik tolak bala ini, diikuti ribuan masyarakat Sungai Sariak mulai dari Imam Katik, Labai, Niniak Mamak, Bundo Kandung, Pemuka masyarakat, para remaja serta anak-anak ikut meramaikan ritual yang sudah dilakukan turun temurun itu. Ritual ratik tolak bala ini dilakukan dengan berjalan kaki disepanjang jalan yang dimulai dari batas nagari kenagari lainnya, dengan menggunakan obor yang terbuat dari bambu. Uniknya, sebelum ritual ratik tolak bala dilakukan, sejumlah pemuka masyarakat setempat melakukan serangkaian ritual, hingga kegiatan ratik tolak bala dilepas.

Disepanjang jalan, masayarakat dengan semangat serentak bersama-sama mengumandangkan kalimat takbir, dzikir dan do’a. mereka bermohon agar segala keburukan, mala bahaya dijauhkan Allah Subhanahuwata’alla dari kampung halaman mereka dan diganti dengan kebaikan. Serta diharapkan, masyarakat hidup rukun dan damai serta bisa melaksanakan ibadah ramadhan dengan baik.

Walinagari Bisati Firdaus menyebu, ritual ratik tolak bala tersebut merupakan agenda tahunan yang dihelat setiap tahunnya jelang memasuki bulan suci ramadhan. sehingga kegiatan itu akan terus dipertahankan, karena manfaatnya, disamping menjauhkan daerah itu dari segala malabahaya, kegiatan tersebut mampu mempererat hubungan silaturrahim antar warga. Selesai melakukan ritual tolak bala, seluruh masyarakat kembali pulang kerumah masing-masing, setelah ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh labai atau ulama setempat.

Wartawan : ABDUL/ SARIL
Editor : Aurelie Moeremans


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat