Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Solok selatan

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Embung Irigasi Solok Selatan dalam Kondisi Meninggal Dunia

TVRI Sumatera BaratSeputar Sumbar 28 Maret 2026 JAM 09:12:30 WIB

SOLOK SELATAN – Upaya pencarian terhadap seorang pemuda yang dilaporkan tenggelam di Embung Irigasi Jorong Lasuang Batu, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Jumat, 27 Maret 2026 malam.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa korban atas nama Ahmad Frenzi (24), warga Sungai Durian, Kecamatan Sungai Pagu, berhasil dievakuasi setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa jam.

Peristiwa naas tersebut bermula pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima, korban sedang mandi bersama teman-temannya di lokasi kejadian.

"Korban diduga tidak bisa berenang saat mandi di embung tersebut. Teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun karena kondisi embung yang cukup dalam, korban tidak berhasil diselamatkan dan tenggelam," ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya.

Pihak Basarnas menerima informasi kejadian pada pukul 16.29 WIB dari warga setempat dan segera menggerakkan personel dari Unit Siaga SAR Solok Selatan.

Tim rescue yang berjumlah 8 personel tiba di lokasi pada pukul 17.44 WIB dan langsung melakukan koordinasi dengan perangkat nagari serta masyarakat setempat. Operasi pencarian melibatkan metode penyelaman manual dan freediving di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.

Setelah beberapa jam penyisiran, tim gabungan akhirnya menemukan titik terang dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 22.30 WIB di sekitar lokasi koordinat awal kejadian.

"Setelah ditemukan, tim langsung mengevakuasi jenazah korban dan mengantarkannya ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," tambah Abdul Malik.

Dalam operasi ini, Basarnas didukung oleh berbagai unsur, termasuk SAKA SAR, perangkat nagari, serta sekitar 20 orang warga setempat.

Alut (alat utama) yang dikerahkan meliputi Rescue Carrier, LCR, peralatan SAR air, peralatan medis, hingga alat komunikasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup.

"Kami melakukan debriefing pada pukul 22.45 WIB. Seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak yang membantu proses pencarian ini," tutupnya.

Wartawan : Tio Furqan Pratama
Editor : REDAKSI PORTAL MEDIA BARU


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat